Jumat, 16 Februari 2018

Inilah Penjelasan Singkat Mengenai Bisnis Mullti Level Marketing (MLM)


Penjelasan System Bisnis MLM - Dalam bisnis kita mengenal system MLM atau Multi Level Marketing. System ini pertama kali diperkenalkan secara tidak sengaja oleh Rehnborg yang memiliki perusahaan yang bernama Amway Corporation (Amerika). Pendiri perusahaan ini tinggal di Cina dari tahun 1917 – 1927 untuk meneliti suplemen.

Ketika berhasil, ia pulang dan menemui teman temannya, ada yang menyarankan untuk menjualnya. Tetapi ia berkata “Kamu yang menjualnya kepada teman teman kamu dan saya akan memberikan komisi padamu”.

Inilah awal MLM dan perusahaan ini berhasil merekrut 15.000 tenaga penjual. Akhirnya perusahaan ini dilarang beroperasi oleh pengadilan karena dianggap terlalu melebih-lebihkan peran produk makanan tersebut.

Semakin MLM berkembang, banyak perusahaan yang menjual produknya dengan harga tinggi yang padahal tidak sebanding dengan manfaat untuk orang lain. Tetapi banyak member yang tergiur dengan adanya komisi jika bisa menarik pelanggan sekaligus mencari member lain.

Di dalam ajaran agama islam, system seperti ini bisa menjadi haram jika pembeli tidak mendapatkan manfaat dari membeli produk tersebut. Harga yang di tinggi tinggi kan dari penjual ini sebagai sharing modal juga haram karena terdapat ketidak jelasan (jahalah), kenapa harganya bisa sangat tinggi.

Ciri-ciri Bisnis Menggunakan Teknik MLM


System bisnis MLM ini memiliki ciri upline dan downline. Arti dari upline adalah mereka yang telah bergabung terlebih dahulu akan mendapat income yang besar karena mereka berada di posisi atas dari para downline nya.

Sedangkan downline harus bekerja keras supaya bisa menjadi upline atau atasan. Ini adalah murni berbentuk piramida, sehingga ketika dowline sudah tidak bisa lagi menyari member maka dia akan rugi.

Terus bagaimana dengan Paytren yang sudah halal ber cap MUI ?


Untuk mengenai hal ini saya tidak bisa berpanjang lebar. Silakan anda menyimak pada artikel Hukum Paytren. Silakan anda simak dengan baik – baik, karena sesuatu hal akan menjadi salah ketika yang menjelaskan masih awam mengenai hal tersebut.

Satu lagi ceramah ustadz somad mengenai system Paytren “Jika tidak bisa mencari member pun kamu masih bisa balik modal berarti boleh saja.” Wallahualam.

Jika bisnis tersebut berhenti di satu titik jenuh (saturasi) dan tidak bisa lagi dijalankan karena downline sudah tak bisa mencari member, maka ini disebut gharar.